linzy Hutan Jepara

Just another Blogdetik.com weblog

Tantangan Pengembangan Wisata Jepara

Di Tahun Kunjungan Indonesia 2008

Tahun 2008 dicanangkan sebagai tahun kunjungan Indonesia (visit Indonesia year), pemerintah melalui kementerian pariwisata menargetkan ada kunjungan wisatawan manca Negara lebih dari 11 juta orang pada tahun ini, rupiah yang diperoleh di harapkan mencapai puluhan trilyun rupiah. Menyahuti hajatan nasional itu beberapa provinsi mengagas even dan mempromosikannya melalui berbagai media. Provinsi jawa tengah mempromosikan diri dengan brand ; Visit Musi 2008. Mantan Bupati jepara, Hendro martojo yang saat ini menjadi bupati jepara tak mau kalah, berbagai objek menarik di ranah Minang dipasarkan melalui media layar kaca. Jepara mencoba menarik minat melalui even “Diwana Cakradonya”.

Industri pariwisata (tourism) merupakan sektor yang menjanjikan untuk mendongkrak devisa. Beberapa negara sudah leading dari sisi rencana maupun aplikasi program pembangunan industri pariwisatanya, Kini mereka mendulang puluhan bahkan ratusan trilyun rupiah dari jasa wisata. Mesir memungut Pound dari objek sejarah, seperti bangunan peninggalan RA.KARTINI. Sementara Peru, Costa Rica dan Brazil dengan sungai Amazon dan hutan alam tropisnya mengandalkan daya tarik alam dan budaya.
Pembangunan industri Pariwisata bagaimanapun harus memperhatikan kecendrungan pasar atau minat wisatawan. Pilihan objek yang saat ini tengah di minati wisatawan pada abad ini cenderung (trend) ke wisata minat khusus ecotourism yaitu hutan hujan tropis (Tropical rain forest tourism). Indonesia, khususnya Jepara menyimpan potensi besar untuk mengeruk keuntungan dari trend wisata masyarakat international tersebut. Selain karena jepara masih memiliki luas kawasan hutan dan laut  yang relatif masih cukup luas juga karena isu hutan jepara saat ini menukik nyaring ke dunia international terutama setelah pagelaran dunia tentang Global climate change di Bali beberapa waktu lalu.

Daya Tarik Objeck Wisata Jepara

Sayangnya, saat ini kemasan daya tarik objek alam yang tersembunyi dalam belantara jepara belum dikemas secara profesional. Sejauh ini belum ada promosi tentang paket wisata alam yang terpromosikan secara lengkap. Objek alam apa, dilokasi mana, belum ada informasi besar biaya perjalanan maupun cara mengakses ke lokasi yang akan dikunjung.

Belum terlihat ada kreativitas dinas terkait maupun masyarakat pelaku wisata membuat rancang bangun dunia kepariwisataan jepara, setidaknya hingga saat ini. Karena itu potensi yang ada belum memberikan manfaat secara siqnifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Sementara itu informasi objek yang dipasarkan melalui buku panduan dan informasi wisata jepara tampak menoton, itu-itu juga.

kura-kura-kartini-jepara-nalumsari
Jika sepuluh tahun lalu seorang wisatawan pernah membolak balik lembar buku panduan wisata jepara, maka pada saat buku terbaru yang dikeluarkan instansi terkait nyaris sama saja, objeknya pantai kartini,pantai tirta samudra.musium kartini dll.Jika belajar dari Sabang dengan pulau jawa yang memikat dan banyak dikunjungi wisatawan mestinya perencana wisata di jepara dapat memetik pelajaran. Mengapa Sabang di kunjungi ? jawabannya tentu karena alamnya. Pemandangan alam pesisir Pantai utara dan objek-objek alam di dataran tinggi jepara meyimpan potensi yang tidak kalah dari Sabang, namun belum ‘ekploitasi’ untuk memancing masuknya wisatawan. Begitupun berkah yang tersisa dari reruntuhan gempa dan tsunami belum tergarap dengan baik untuk mengundang perhatian pelancong.

Jepara Di Masa Mendatang

Guna memajukan pariwisata di jepara di masa mendatang, dibutuhkan sebuah strategi pengembangan yang berlandaskan pada eksplorasi daya tarik hutan alam Jepara. Strategi ini klop (cune in) dengan kebijakan pemerintah menampilkan Jepara sebagai provinsi hijau atau Green Province. Strategi yang memungkinkan kelak Dollar akan mengalir deras seperti berjatuh dedaunan pohon di hutan alam jepara yang untuh dari kekejaman penumbang. Income bagi daerah akan muncrat dari rasa teduh yang dinimati petualang (Adventure) saat berada di bawah dahan pohon yang menghijau dan riuh jeram yang bergemuruh dalam aliran sungai alas dan krueng Tripa. Gua-gua dan hamparan rerumputan menyerupai permadani yang ada di tengah bentang pegunungan Seulawah hingga wilayah perbatasan jabar dan jatim akan memercik kesejahteraan bagi masyarkat desa yang terlibat dalam kegiatan pelancong yang berdatangan.

1-4

Selain menjual daya tarik keunikan hutan, masih dalam latar (backround) alam pegunungan, jepara menyimpan daya tarik dari wisata bahari perjalanan berupa penelusuran tempat-tempat yang pernah di jadikan markas gerilyawan.

TANTANGAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DI JEPARA

Kabupaten Jepara, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Jepara. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di barat dan utara, Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di timur, serta Kabupaten Demak di selatan. Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa, yang berada di Laut Jawa.

Kabupaten Jepara terletak di pantura timur Jawa Tengah, dimana bagian barat dan utara dibatasi oleh laut. Bagian timur wilayah kabupaten ini merupakan daerah pegunungan.

Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa, yakni gugusan pulau-pulau di Laut Jawa. Dua pulau terbesarnya adalah Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan. Sebagian besar wilayah Karimunjawa dilindungi dalam Cagar Alam Laut Karimunjawa. Penyeberangan ke kepulauan ini dilayani oleh kapal ferry yang bertolak dari Pelabuhan Jepara. Karimunjawa juga terdapat lapangan terbang perintis yang didarati pesawat berjenis kecil dari Semarang.

Kota Jepara selain terkenal dengan kota ukir, juga mempunyai keindahan alam yang amat elok terutama dengan keindahan alam pantainya. Sebagai kota yang terletak di wilayah utara pulau Jawa maka tak heran lagi jika Jepara memiliki tempat wisata pantai yang cukup banyak.

Sebenarnya ada banyak tempat pariwisata di Kabupaten Jepara, yang terkenal disana adalah wisata pantainya, karena memang Kabupaten Jepara dekat dengan laut. Ini adalah beberapa tempat wisata yang sering dikunjungi baik oleh warga sekitar ataupun dari luar Kabupaten Jepara. salah satunya adalah benteng portugis.

Benteng Portugis

http://sofie05.files.wordpress.com/2010/07/benteng-portugis-jepara.jpg

Gapura Benteng Portugis

Benteng Portugis

Benteng Portugis adalah sebuah benteng peninggalan sejarah yang terdapat di desa Banyumanis yang berdekatan dengan desa Ujung Batu, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Konon benteng tersebut diperkirakan dibangun Pemerintah Mataram pada tahun 1613-1645 sebagai pusat pertahanan untuk menghalau musuh yang datang dari Laut Jawa. Benteng Portugis dibangun pada masa pemerintahan Sultan Agung.

Tiara Park Jepara, Wahana Wisata Baru yang Mengasyikkan

Mandi bola di kolam
Mandi bola di kolam

Desa Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara yang terkenal dengan lapangan Kenarinya ini mempunyai objek wisata baru yang modern, seperti halnya di kota-kota besar. Wahana rekreasi baru ini di kenal dengan nama Tiara Park Water Boom & 3D Teatre. Objek wisata ini berlokasi di Jalan Kenari Purwogondo, kurang lebih 1 Km dari jalan raya Jepara Kudus. Seperti objek wisata air modern di kota-kota besar, wahana yang disajikan oleh pengelola Tiara Park ini cukup komplit, ibaratnya datang di satu tempat saja bisa menikmati berbagai wahana sepuasnya.

Melihat dari banyaknya wahana yang disediakan oleh objek Wisata Air Tiara Park ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai layaknya di kawasan wisata terkemuka negeri ini. Tak heran jika objek wisata  yang menjadi kebanggaan masyarakat Jepara ini dinobatkan sebagai objek wisata regional dengan sarana wisata berstandar nasional. Hal ini karena Tiara Park menyajikan beberapa wahana rekreasi yang menarik dan sengaja disajikan untuk memanjakan pengunjung.

FURNITURE JEPARA

SASONGKO FURNITURE adalah perusahaan home industri manufacture & supplier yang bergerak dibidang produksi dan penjualan mebel jepara meliputi: mebel jati ukiran, mebel minimalis, classic antique furniture, dan Teak garden / outdoor furniture.

Product offer:
Almari pakaian, almari hias, Bufet-TV, Bufet pajangan, Meja dan kursi makan, Meja Telp, Sofa, Bangku, Bale-bale, Daybed, Kursi tamu, Tempat tidur, Bedsides, Nakas (Chest drawer), Meja rias (Tolet), Pigura, Sketsel (Partisi ruang), Meja kantor / tulis, Jam hias, Gebyok, kaligrafi, dll.

Semua proses produksi dikerjakan oleh tenaga ahli dibidangnya masing-masing, dari mulai proses pengolahan kayu kami menggunkan kayu jati pilihan (Kayu kering) dan proses finishing warna menggunkan bahan melamin berkwalitas, semua proses melewati controlling sistem sehingga produk yang kami hasilkan lebih terjaga kualitasnya.

Untuk informasi dan pemesanan harap langsung menghubungi kami via telp / e-mail ke:087 746 220 880, javafurniture@yahoo.com

Best quality solid teak.



Melamic & teak oil Finish furniture jepara.

Set Kamar Tidur

Set Kamar Tidur

Set Kamar Tidur Furniture Jepara

Set Kamar Tidur Minimalis

Set Kamar Tidur Jati

Harga Set Kamar Tidur

Set Kamar Tidur ini dibuat oleh para pengarajin Jepara Jawa Tengah. Kami menjual dan melayani pesanan Set Kamar Tidur – Furniture Jepara asli produk jepara dan aksesoris lainnya, produk-produk kami meliputi Furniture untuk perabot rumah tangga baik itu in door, out door, aksesoris serta mebel antik dari kayu berkwalitas diproduksi dengan model tradisional ( ukir-ukiran ) dan juga modern minimalis yang saat ini sedang banyak diminati oleh pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Set Kamar Tidur Jati – Furniture Jepara ini sangat cocok menghiasi  rumah anda, dengan bahan dari kayu jati. Set Kamar Tidur – Furniture Jepara ini terlihat sangat kokoh, terkesan elegant dan mewah di banding dengan Kamar Set lainnya yang dikerjakan oleh para Pengrajin Jepara. Jangan pernah ragu mengenai kwalitas Furniture Dan Aksesoris tokojati.com karena pengerjaan produk-produk  tokojati.com selalu diawasi dengan ketat dengan standart kwalitas pada perusahaan kami sehingga kami berani menjamin bahwa produk-produk  tokojati.com selangkah lebih maju dari produk-produk Furniture Dan Aksesorislain yang berada dipasaran. dan yang paling penting ” kepercayaan dan kepuasan konsumen sangat kami utamakan “

Dalam pengerjan Set Kamar Tidur ( produk-produk ) mebel diperusahaan kami, kami selalu menggunakan kayu jati pilihan yang telah diproses dengan pengeringan dan penghalusan, kami selalu mengontrol semua proses produksi Set Kamar Tidur Minimalis mulai pemilihan material, kwalitas konstruksi, finishing hingga pengepakan. Kami juga menggunakan tenaga ahli dibidangnya untuk memastikan kwalitas mebel yang bagus dan berkwalitas sampai ditangan konsumen. Jangan pernah ragu mengenai kwalitas mebel dari perusahaan kami karena pengerjaan produk-produk kami selalu diawasi dengan ketat dan dengan standart kwalitas pada perusahaan kami sehingga kami berani menjamin bahwa produk kami selangkah lebih maju dari produk-produk mebel lain yang berada dipasaran yang dikerjakan oleh para pengrajin Set Kamar Tidur.

Set Kamar Tidur Jepara

Jika di ruangan rumah anda hampir sudah terisi semua dengan furniture jepara, maka rasanya kurang lengkap kalau salah satu ruang yang paling pribadi di rumah anda yaitu ruang tidur anda tidak dilengkapi dengan set tempat tidur atau dipan set dari Jepara. Dipan set ini termasuk salah satu produk unggulan furniture Jepara, karena bentuknya yang gagah dikarenakan set kamar tidur ini berbahan dasar kayu jati pilihan dan keindahan akan ukiran ukirannya yang sangat menawan yang menghiasi hampir seluruh bagian kepala dan ekor dipannya. Apa lagi jenis dipan set dari furniture Jepara ini di hiasi dengan ukiran khas Jepara di setiap ujung  sisi ukiran-ukirannya, sehingga semakin membuat lebih hidupnya setiap ukiran yang ada. Seperti kebanyakan jenis item furniture jepara lainnya yang ada di perusahaan kami, maka dipan set ini pun di finishing dengan warna Natural Jati, Semi Glossy dengan berbahan dasar Melamine. Kesan karakter serat kayu jati nya sebagai salah satu bahan material untuk membuat jenis furniture jepara ini, nampak sangat jelas dan terlihat sangat elegan. Kesan lebih hidupnya ornamen ukiran-ukiran nya dikarenakan oleh teknik membayang ( Rostering ) dengan warna natural di setiap ujung sisi-sisi ukiran yang ada menjadikan dipan set ini semakin Artistik dan Mewah tetapi dan tetap terkesan Gagah.

Jenis Item  dalam Set Kamar Tidur ini terdiri dari 1 pcs Dipan dengan ukuran No.1 dan 2 pcs Nakas ( Bed Sides)  yang berada di kedua sisi nya, almari 4 pintu, dan meja rias ( tolet ) dari Set Kamar Tidur

SET MEJA OSIN

Set Meja Osin

Set Meja Osin

Set Meja Osin

Info Untuk Pecinta Set Meja Osin bahwa Set Meja Osin dapat diservice  dan memiliki potensi untuk terlihat seperti Set Meja Osin baru tak peduli seberapa tua itu. pembeli furniture Set Meja Osin  juga bisa bernapas lega karena ada kemungkinan untuk mengubah sepotong jati tua furniture hampir menyerupai model  baru. Karena gaya modern Set Meja Osin  dibuat populer tahun 50-an dan 60-an, furniture jati telah menjadi ikon di jepara .

Warna Set Meja Osin

Warna keabu-abuan dari kayu jati Set Meja Osin lapuk yang indah untuk beberapa sementara yang lain lebih suka warna cerah madu asli jati baru. Sangat mudah untuk memulihkan dan mempolitur furniture jati kembali ke warna aslinya tanpa meninggalkan kerusakan potongan Set Meja Osin.

Langkah Langkah Repaire Set Meja Osin

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencuci furniture jati Set Meja Osin dengan sabun khusus. Sabun ini dapat ditemukan di perangkat keras lokal atau perbaikan rumah toko Set Meja Osin . Pencucian dilakukan sebelum pengamplasan karena menghapus semua debu dan kotoran pertama akan mencegah masalah selama pengamplasan. Sebelum salah satu langkah berikutnya dijalankan, furniture jati harus benar-benar kering.

Langkah berikutnya, pengamplasan furniture jati Set Meja Osin , adalah langkah yang paling sulit dari seluruh proses. Pengamplasan  potongan kering dari perabot ringan sampai warna-alami madu kayu mulai bersinar. Jangan terlalu keras padda proses pengamplasan Anda harus selalu memperhatikan pengamplasan dalam arah yang sama dari serat pada kayu. Alat yang Anda perlukan untuk proses ini adalah kertas amplas halus, orbital sander, sarung tangan, dan kacamata. Sebuah kain di bawah furniture juga dapat diletakkan untuk mengurangi waktu pembersihan setelah selesai pengamplasan. Semua bagian dari perabot harus diampelas merata dan tidak ada abu-abu seharusnya menampilkan sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.

Sekarang Anda akan perlu menghapus Set Meja Osin dengan kain yang sangat hati-hati untuk menghilangkan debu semua partikel  dari langkah pengamplasan. Perhatian ekstra diperlukan setelah itu telah diampelas jika Anda tidak bekas cat dan finishing yang lama maka segera  untuk menerapkan minyak, dan noda sangat mungkin melekat pada tahap ini jika furniture tidak berminyak.

Furniture jati harus benar-benar bersih dan kering sebelum menerapkan minyak. minyak Jati perlu dibeli untuk mengembalikan minyak alami sudah ditemukan pada kayu jati. Minyak jati harus dioleskan  dengan kain lembut atau sikat dan dilakukan satu mantel pada satu waktu dengan waktu pengeringan di antara keduanya. Minyak jati akan sangat mudah dan diserap ke dalam furniture tersebut ketika diterapkan. Warna madu alam cepat akan mulai bersinar. furniture harus dibiarkan kering dan menyerap seluruh minyak sebelum kembali menerapkan cat finishing Set Meja Osin .

Furniture jati akhirnya akan berhenti menyerap minyak jati, yang merupakan tanda Anda untuk berhenti menggunakan minyak. Setelah semua minyak diserap dan semuanya kering, Anda harus memoles kayu  jati khusus untuk melindungi minyak dari menghilangkan  karena elemen debu . cara  ini akan mudah untuk menemukan debu debu yang menempel di Set Meja Osin.

BUDAYA JEPARA

Pantai Bandengan Jepara
Topik: Wisata Alam

Pantai Bandengan terletak di utara Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai yang terletak di pesisir pantai utara (pantura) Jawa ini merupakan tempat wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi. Setiap musim liburan, pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Pantai ini dikenal juga sebagai Pantai Tirta Samudera yang merupakan obyek wisata unggulan di Jepara, kota kelahiran Pahlawan Nasional R.A. Kartini.

Sejarah Pantai Bandengan

Menurut kisah turun temurun, nama Pantai Bandengan pertama kali diberikan oleh putra Sunan Muria yaitu Amir Hasan saat akan berpergian mengembangkan ilmu agama ke Kepulauan Karimunjawa. Ketika sampai di pantai ini, mereka menemukan banyak Ikan Bandeng sehingga wilayah itu dinamakan Desa Bandengan. Pantai yang ada di desa tersebut akhirnya dinamakan Pantai Bandengan.

Di pantai ini juga menjadi tempat favorit Pahlawan Nasional yang memulai emansipasi wanita yaitu R.A. Kartini yang merupakan putri Bupati Jepara pada saat itu. R.A. Kartini sering berwisata ke pantai ini bersama para bangsawan Belanda pada masa itu.

Pantai Pasir Putih yang Rimbun

Anda dapat menikmati panorama pantai yang jernih dan berpasir putih. Selain itu, Anda juga dapat menikmati rimbunnya pepohonan pandan atau pohon perdu di sepanjang pesisir Pantai Bandengan Jepara atau yang dikenal juga sebagai Pantai Tirta Samudera. Pantai Bandengan memiliki struktur pantai yang landai dan air yang jernih dan bersih. Karena itu pantai ini cocok untuk menjadi tempat wisata pantai seperti berenang, bermain voli pantai, berperahu, atau sekadar bersepeda di pinggir pantai.

Selain itu, kondisi pantai utara Jawa relatif tenang membuat pantai ini relatif aman untuk menikmati permainan di pinggir laut maupun berenang. Bahkan pada saat Anda mencelupkan diri ke air laut yang bening, Anda dapat melihat ikan-ikan kecil sedang berlarian di dasar air laut.

Pantai Bandengan sering dikunjungi karena suasana alamnya yang unik. Anda dapat menemukan suasana pantai pasir putih yang luas. Kemudian tirta-samuderapantai. Tentu ini membuat suasana di Pantai Bandengan begitu sejuk dan nyaman. Keindahan pantai di sini mampu menyaingi keindahan pantai di Bali.

Anda juga dapat mengunjungi pulau di tengah laut dari Pantai Bandengan. Pulau yang dapat Anda kunjungi dari sini yaitu Pulau Panjang. Di pulau ini Anda dapat menyaksikan kekayaan alam yang indah yaitu flora dan fauna yang menarik. Anda dapat mengunjungi pulau ini dengan biaya yang relatif murah. Anda juga dapat berkeliling pantai dengan menyewa perahu atau kapal yang siap mengajak Anda berkeliling pantai sambil menikmati keindahan alam di Pantai Bandengan.

Sunset di Pantai Bandengan Jepara
Pantai Tirta Samudera

Seusai menikmati berbagai permainan yang menyenangkan di Pantai Bandengan hingga menjelang senja, tibalah saatnya Anda menikmati pertunjukkan yang memukau di pantai ini. Ini adalah pertunjukkan alam yang menakjubkan, yaitu proses terbenamnya matahari atau sunset. Anda dapat mengagumi keindahan matahari saat menuju perhentiannya di senja hari. Pantulan cahaya matahari yang meredup terlihat di air laut dengan ombak yang tenang di Pantai Bandengan ini. Momen seperti ini sering diabadikan oleh para fotografer yang kebetulan mampir di Pantai Bandengan Jepara.

Anda juga dapat menikmati panorama matahari terbenam atau sunset ini sambil menikmati makanan yang disajikan di restoran yang ada di bibir Pantai Bandengan. Salah satu restoran yang cukup terkenal di pantai ini adalah Sunset Beach Restaurant yang didirikan oleh warga negara Italia yang memiliki istri penduduk setempat. Restoran ini sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Anda dapat menikmati pizza yang merupakan makanan khas Italia, seafood maupun masakan Indonesia sambil menikmati keindahan panorama sunset dan mendengar deburan ombak di pinggir pantai. Jika Anda makan di salah satu restoran di Pantai Bandengan, maka Anda dapat masuk secara gratis ke obyek wisata Pantai Bandengan.

Jika Anda lelah dan ingin beristirahat, di Pantai Bandengan juga ditawarkan vila atau tempat penginapan yang bisa disewa. Setelah beristirahat malam hari, pada pagi hari Anda juga dapat menikmati sajian panorama matahari terbit di Pantai Bandengan.

Obyek wisata Pantai Bandengan tidak sulit untuk dikunjungi. Pemerintah Kabupaten Jepara telah menyediakan fasilitas jalan yang baik serta transportasi yang mudah menuju obyek wisata Pantai Bandengan. Jadi, jika Anda sedang berada di Jawa Tengah, tidak ada salahnya Anda mampir ke Jepara. Sambil melihat keindahan ukiran khas Jepara, Anda juga dapat mampir ke obyek wisata andalan Kabupaten Jepara yaitu Pantai Bandengan atau yang juga dikenal sebagai Pantai Tirta Samudera

Pengunjung Obyek Wisata Jepara:
2007 = 884.560 Pengunjung
2006 = 873.984 Pengunjung
2005 = 831.682 Pengunjung
2004 = 796.116 Pengunjung

Pantai Tirta Samudra / Bandengan
Pantai Tirto Samudro atau yang dikenal oleh masyarakat umum dengan sebutan Pantai Bandengan terletak 7 km sebelah utara dari pusat kota. Pantai yang airnya jernih dan berpasir putih ini sangat cocok untuk lokasi mandi . tak jarang para wisatawan yang datang ke obyek ini sengaja melakukan mandi laut. Umumnya mereka anak-anak, remaja dan para wisatawan manca Negara. Biasanya saat yang paling disukai adalah pada waktu pagi hari dan di saat sore menjelang senja dimana akan tampak panorama sunset yang memukau.
Di lokasi ini pula kita dapat bersantai ria dan duduk duduk di atas shelter sambil menikmati semilir angin pantai serta udara yang masih alami (tanpa polusi). Kawasan obyek wisata yang lahannya cukup luas dan sebagian besar ditumbuhi rerimbunan pohon-pohon pandan ini memang cocok untuk kegiatan remaja seperti kemah, volley pantai, sepeda santai atau kegiatan-kegiatan serupa. Selain itu pula di dalam area obyek wisata ini sering digunakan ajang permainan moto croos dan pertunjukan festifal layang-layang baik regional, nasional maupun internasional. Obyek wisata ini dapat di jangkau dengan mudah oleh kendaraaan umum, sebab sudah tersedia prasarana jalan yang sudah beraspal dan sudah ada angkutan kota yang langsung menuju lokasi obyek wisata tersebut. Sedangkan makanan khas yang dapat dinikmati oleh para pengunjung di obyek wisata tersebut yaitu kerang rebus, rajungan, ikan bakar serta pindang srani.

SEJARAH DAN LEGENDA
Menurut catatan sejarah, pantai Bandengan ternyata masih terkait erat dengan kehidupan Pahlawan Nasional yang juga tokoh emansipasi wanita yaitu RA Kartini pantai tersebut merupakan tempat yang menarik yang menjadi kenangan manis buat putra putri Bupati Jepara ini. Gadis yang lincah dengan pangilan TRINIL ini semasa kecilnya sering sekali berwisata ke pantai ini bersama Bangsawan Hindia Belanda yaitu Ny. Ovink Soer (Isteri asisten residen) bersama suaminya, pada saat liburan pertama menjelang kenaikan kelas mengajak RA Kartini beserta adik-adiknya Roekmini dan Kardinah untuk menikmati keindahan pantai tersebut. Kartini dan kedua adiknya mengikuti Ny. Ovink Soer mencari kerang sambil berkejaran menghindari ombak yang menggapai kaki mereka. Kepada Kartini ditanyakan apa nama pantai tersebut.


Bandengan Beach Jepara
Di jawab dengan singkat “Pantai Bandengan” kemudian Ny. Ovink Soer mengatakan di Holland pun ada pantai yang hampir sama dengan Pantai Bandengan, hanya ada sedikit perbedaan bahwa airnya dingin namanya SCHEVENINGEN. Secara spontan Kartini menyela “…..kalau begitu kita sebut saja Pantai Bandengan ini dengan “KLEIN SCHEVENINGEN”.
Berawal dari hal di atas, maka sampai sekarang Pantai Bandengan terkenal dengan sebutan KLEIN SCHEVENINGEN (bahasa Belanda : KLEIN berarti pantai dan SCHEVENINGEN yaitu nama pantai di negeri Belanda).
Selain Pantai Bandengan merupakan tempat yang pernah mengukir sejarah perjalanan cita-cita RA Kartini. Di pantai itulah RA Kartini dan Mr. Abendanon mengadakan pembicaraan empat mata yang berhubungan dengan permohonannya untuk belajar ke negeri Belanda, meskipun ahirnya secara resmi permohonannya kepada pemerintah Hindia Belanda ditarik kembali dan biaya yang sudah disediakan buat RA Kartini diberikan kepada pemuda berasal dari Sumatera yaitu Agus Salim (KH. Agus Salim alm.)
Sementara itu dikisahkan bahwa obyek wisata Pantai Bandengan masih ada keterkaitanya dengan legenda asal usul Karimunjawa. Dalam legenda itu disebutkan bahwa karena terdorong rasa prihatin akan perilaku anaknya yang nakal/bandel, maka Sunan Muria memerintahkan puteranya yaitu Amir Hasan pergi ke utara menuju sebuah pulau yang nampak “kremun-kremun” dari puncak Gunung Muria. Kepergian ini dengan tujuan untuk memperdalam sekaligus mengembangkan ilmu agama. Kelak pulau yang dituju itu dinamakan Pulau Karimunjawa. Dalam perjalanan itu sampailah mereka di pantai yang banyak terdapat paya-paya dan ikan banding. Sampai sekarang tempat ini dinamakan Desa Bandengan dan pantai yang terletak di desa itu.

PANTAI KARTINI


Pantai Kartini

Pantai Kartini

Obyek Wisata Pantai Kartini terletak 2,5 km ke arah barat dari Pendopo Kabupaten Jepara. Obyek wisata ini berada di kelurahan Bulu kecamatan Jepara dan merupakan obyek wisata alam yang menjadi dambaan wisatawan. Berbagai sarana pendukung seperti dermaga, sebagian aquarium Kura-kura, motel, permainan anak-anak (komedi putar, mandi bola, perahu arus), dan lain-lain telah tersedia untuk para pengunjung. Suasana di sekitar pantai yang cukup sejuk memang memberikan kesan tersendiri buat pengunjung, sehingga tempat ini sangat cocok untuk rekreasi keluarga atau acara santai lainnya.Ditempat ini pula para pengunjung dapat melepaskan lelah dengan duduk-duduk di bawah gazebo sambil menghirup udara segar bersama terpaan angina laut.
Kawasan dengan luas lahan 3,5 ha ini merupakan kawasan yang strategis, karena sebagai jalur transportasi laut menuju obyek wisata Taman laut Nasional Karimunjawa dan Pulau Panjang. Sekarang juga sudah tersedia sarana transportasi ke Karimunjawa dari dermaga Pantai Kartini yaitu KMP. MURIA (waktu tempuh 5 jam) dan Kapal Cepat KARTINI I (waktu tempuh 2,5 jam).
Selain itu Pantai Kartini tidak bisa lepas dari suatu event tradisional yang disebut “LOMBAN”. Event ini merupakan event budaya milik masyarakat Kabupaten Jepara yang berlangsung selama 1 hari tepatnya pada tanggal 8 Syawal atau seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri.


LEGENDA DAN SEJARAH
Sebetulnya nama obyek wisata Pantai Kartini lebih dikenal dengan sebutan “PEMANDIAN” pikiran mereka langsung tertuju pada satu maksud yaitu Pantai Kartini, bukan obyek wisata yang lain.
Istilah “PEMANDIAN” berasal dari kata “MANDI” yang mengandung pengertian “tempat untuk mandi”.
Pemakaian kata tersebut kiranya pantas, karena di kawasan obyek wisata Pantai Kartini terdapat sebuah tempat khusus untuk mandi bagi pengunjung pada saat sedang berkunjung. Tempat tersebut memang cocok untuk mandi karena airnya sangat jernih dan lokasi pantainya bersih juga letaknya agak jauh dari keramaian pengunjung.

Pantai Kartini

Pantai Kartini

Letak tempat tersebut tepatnya berada di bagian pantai yang paling barat dan oleh masyarakat dikenal dengan sebutan “PONCOL”. Biasanya para pengunjung melakukan mandi di tempat ini pada waktu fajar dan sore menjelang senja sekaligus menyaksikan keindahan sunset. Sampai sekarang lokasi ini masih tetap digunakan untuk mandi para penderita sakit kulit gatal-gatal, & rematik dengan harapan sakitnya segera sembuh.
Sementara itu diriwayatkan bahwa komplek Pantai Kartini dulu merupakan sebuah pulau yang banyak ditumbuhi rerimbunan tanaman kelor, sehingga pulau tersebut terkenal dengan sebutan Pulau KELOR. Saat itu pulau Kelor masih terpisah dengan daratan di Jepara.
Oleh karena proses sedimentas, maka lama kelamaan antara pulau-pulau tersebut bersatu. Pulau Kelor dulu didiami oleh seorang Melayu bernama Encik Lanang atas jasanya dalam membantu Belanda dalam perang Bali
Di komplek Pantai Kartini pula sekaligus tempat pemakaman Encik Lanang dan sampai sekarang makam tersebut selalu diziarahi oleh para nelayan sebelum pesta lomban berlangsung.
Selain itu Pantai Kartini juga merupakan bukti sejarah yang tidak akan lepas/sirna dari kehidupan pribadi tokoh emansipasi wanits RA Kartini. Pantai yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah kediaman (Pendopo Kabupaten) dimana beliau dibesarkan ini memang dulu menjadi daerah tujuan wisata bagi keluarga/kerabat Kabupaten untuk beristirahat dan melepas lelah.
Di pantai ini pula RA Kartini pada masa kecilnya sering bermain-main dan bercanda ria bersama-sama saudaranya. Ahirnya sebagai ungkapan penghargaan dan untuk mengingat kebesaran perjuangan RA Kartini maka pantai tersebut dinamakan “PANTAI KARTINI”.


Pantai kartini

Pantai kartini

MUSIUM KARTIN

Museum Kartini

Museum Kartini

Wisata SejarahMusium Kartini terletak di pusat kota Jepara, tepat di sebelah utara alun-alun Jepara. Musium ini difungsikan untuk objek wisata dan dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Jepara. Setiap hari, Musium Kartini buka dari jam 08:00 WIB – 14:00 WIB. Musium ini didirikan pada 30 Maret 1975 oleh Soewarno Djoyomardow, SH dan di resmikan oleh Soedikto, SH pada tanggal 21 April 1977. Tujuan dari didirikannya Musium Kartini ini adalah untuk mengenang jasa-jasa perjuangan R.A Kartini. Dengan mendokumentasikan perjuangan Kartini dan menunjukkan kepada masyarakat, diharapkan bahwa masyarakat umum akan selalu mengingat perjuangan Kartini dalam mensetarakan derajat antara pria dan wanita. Musium Kartini dibagi menjadi empat bagian utama yaitu :

Ruangan I

Ruangan 1

Ruangan 1

Ruangan ini berisi warisan R.A Kartini, termasuk Foto R.A Kartini semasa masih hidup.
-  Satu set kursi dan meja dengan ukiran jepara kuno
-  Foto R.A Kartini ketika menikah dengan Pejabat Rembang pada 12 November 1903
-  Surat – surat R.A Kartini dengan sahabat penanya yang berasal dari Belanda
-  Foto Putra R.A Kartini, Raden Mas Singgih
-  Foto Ayah R.A Kartini, RMAA Sosroningrat
-  Foto Ibu R.A Kartini, MA Ngasirah
-  Meja Belajar
-  Cinderamata buatan muridnya
-  Foto halaman belakang Pendopo Kabupaten jaman dulu
-  Kotak untuk menyimpan obat
-  Mesin Jahit milik muridnya
- Original sew machine belongs to her students.

Ruangan II

Ruangan 2

Ruangan 2

Ruangan ini berisi warisan dari Drs. RMP. Sosrokartono, Kakak dari Kartini. Dia mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam mendukung perjuangan Kartini. Drs. RMP. Sosrokartono mempunya keahlian khusus dalam menyembuhkan beberapa penyakit secara tradisional menggunakan air mineral sebagai media penyembuh. Masyarakat umum juga memanggilnya Ndoro Sosro selain itu juga seting dipanggil Joko Pring dan Mandor Klungsu. Dia juga terkenal dengan Catur Murti, yaitu keharmonisan dalam berbicara, perasaan, pikiran, dan kelakuan. Menurut kepercayaan orang jawa, seseorang yang bisa mencapai tahap Catur Murti akan menjadi manusia yang sesungguhnya.
Warisan yang ada dalam ruangan ini adalah :
- Kursi
- Sofa (digunakan untuk bersantai)
- Tempat tidur untuk pengobatan
- Lukisan gunung Merapi dan Lawu yang diambil dari keahlian supranaturalnya.
- Ruangan Yoga
- Gambar Alif (huruf arab)

Ruangan III
Ruangan ini berisi beberapa peninggalan dari Ratu Shima di era abad ke 7. Ratu Shima adalah Ratu kerajaan Kalinga yang berada di Keling.
Beberapa peninggalan diantaranya :
-  Gambar Kerajaan Kalingga
-  Patung Trimurti dan Siwa Mahaguru
-  Yoni dan Lingga
-  Koin
-  Ukiran dari Batu, sama dengan ornamen yang berada di Masjid Mantingan
-  Satu set Gamelan ( alat musik tradisional jawa )
-  Keramik yang ditemukan di Karimun Jawa
Selain beberapa peninggalan diatas juga terdapat beberapa sample kerajinan tradisonal jepara seperti :
-  Ukiran dari kayu
-  Kerajinan Monel
-  Keramik
-  Suvenir dari Rotan dan Bambu

Ruangan IV
Didalam ruangan ini terdapat tulang ikan raksasa yang disebut Joko Tuo yang memiliki panjang 16 meter dan lebar 2 meter. Tulang ikan ini ditemukan pada tahun 1989 oleh nelayan lokal dari Karimunjawa. Menurut para Arkeolog, ikan ini merupakan keluarga dari ikan gajah karena memiliki kemiripan dibagian taringnya. Namun banyak pengunjung yang percaya bahwa ikan ini adalah sejenis dari ikan paus.

KABUPATEN JEPARA

Wisata Sejarah

peta_ow_kab_jepara

Benteng VOC
benteng-voc

Benteng VOC, benteng ini terletak 200 meter sebelah utara alun-allun Jepara, diatas perbukitan. Benteng ini dibangun pada th 1678 dan digunakan untuk melindungi kepentingan perdagangan pada waktu itu. Konon Kapten Tack, seorang perwira Belanda yang tewas melawan pasukan Untung Suropati di Kartosuro, dimakamkan di sini. Dari tempat ini dapat disaksikan Kota Jepara, panorama pantai dan pulau Panjang.

PENDOPO

Di tempat inilah RA Kartini mendapatkan ide guna memajukan wanita pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Di sanalah satu kamar gedung ini Kartini pernah dipingit sebelum menikah dengan Bupati Rembang. Ditempat ini Kartini juga mendidik pada murid dan pengrajin Jepara agar dapat meningkatkan penghasilannya dari ketrampilan dalam bidang ukir kayu. Salah satu peninggalan RA Kartini yang masih ada adalah Bunga Kantil, tempat dimana ia seing mempergumulkan ide-idenya.

MONUMEN ARI-ARI

Monumen Ari-ari

Monumen Ari-ari


Monumen ari-ari RA Kartin terletak di mayong, 25 km arah selatan Jepara menuju Kudus. Ditempat ini RA Kartini dilahirkan pada saat ayahnya menjabat sebagai Wedana di Mayong.

BENTENG PORTUGIS

Benteng Portugis

Benteng Portugis


Benteng yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Agung sekitar abad XVII ini terletak di desa Banyumanis, kecamatan Keling kurang lebih 45 km sebelah utara Kota Jepara.

Lokasinya berada di atas bukit batu ditepi laut dan berhadapan langsung dengan Pulau Mandalika memberikan nilai lebih karena pengunjung tidak hanya sekedar melihat benteng tetapi pengunjung juga dapat melihat dan menikmati keindahan laut dan pulau Mandalika. Di samping itu di sekitar benteng banyak ditumbuhi pohon-pohon yang rindang yang sudah berusia ratusan tahun sehingga menambah kesejukan alamnya.

Untuk menuju benteng ini telah di bangun jalan menuju puncak bukit, dengan penataan yang baik dan dilengkapi dengan gardu pandang dan jalan lingkar sehingga para wisatawan dapat menikmati keelokan dan keindahan alamnya selama perjalanan menuju benteng. Wisata ini mempunyai potensi dan peluang untuk dikembangkan menjadi wisata sejarah sekaligus wisata alam sehingga kesempatan untuk berinvestasi terbuka lebar dalam bidang transportasi laut sebagai penghubung lokasi benteng dengan pulau Mandalika, restaurant , resort dll.

MAKAM & MASJID MANTINGAN

mantingan_jepara
Terletak di desa Mantingan dan kurang lebih 6 km arah selatan kota Jepara. Di Desa Mantingan ini merupakan tempat di semayamkannya Sunan Mantingan atau yang dikenal dengan Sunan Hadlirin beserta istrinya yaitu Ratu Kalinyamat yang merupakan tokoh legendaries Jepara. Read the rest of this entry »

SEJARAH JEPARA

ASAL USUL NAMA UJUNG PARA MENJADI JEPARA

Asal nama Jepara berasal dari perkataan Ujung Para, Ujung Mara dan Jumpara yang kemudian menjadi Jepara, yang berarti sebuah tempat pemukiman para pedagang yang berniaga ke berbagai daerah. Menurut buku “Sejarah Baru Dinasti Tang (618-906 M)” mencatat bahwa pada tahun 674 M seorang musafir Tionghoa bernama I-Tsing pernah mengunjungi negeri Holing atau Kaling atau Kalingga yang juga disebut Jawa atau Japa dan diyakini berlokasi di Keling, kawasan timur Jepara sekarang ini, serta dipimpin oleh seorang raja wanita bernama Ratu Shima yang dikenal sangat tegas.

Menurut seorang penulis Portugis bernama Tome Pires dalam bukunya “Suma Oriental”, Jepara baru dikenal pada abad ke-XV (1470 M) sebagai bandar perdagangan yang kecil yang baru dihuni oleh 90-100 orang dan dipimpin oleh Aryo Timur dan berada dibawah pemerintahan Demak. Kemudian Aryo Timur digantikan oleh putranya yang bernama Pati Unus (1507-1521). Pati Unus mencoba untuk membangun Jepara menjadi kota niaga.

Pati Unus dikenal sangat gigih melawan penjajahan Portugis di Malaka yang menjadi mata rantai perdagangan nusantara. Setelah Pati Unus wafat digantikan oleh ipar Faletehan /Fatahillah yang berkuasa (1521-1536). Kemudian pada tahun 1536 oleh penguasa Demak yaitu Sultan Trenggono, Jepara diserahkan kepada anak dan menantunya yaitu Ratu Retno Kencono dan Pangeran Hadiri suami. Namun setelah tewasnya Sultan Trenggono dalam Ekspedisi Militer di Panarukan Jawa Timur pada tahun 1546, timbulnya geger perebutan tahta kerajaan Demak yang berakhir dengan tewasnya Pangeran Hadiri oleh Aryo Penangsang pada tahun 1549.

Kematian orang-orang yang dikasihi membuat Ratu Retno Kencono sangat berduka dan meninggalkan kehidupan istana untuk bertapa di bukit Danaraja. Setelah terbunuhnya Aryo Penangsang oleh Sutowijoyo, Ratu Retno Kencono bersedia turun dari pertapaan dan dilantik menjadi penguasa Jepara dengan gelar NIMAS RATU KALINYAMAT.

Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat (1549-1579), Jepara berkembang pesat menjadi Bandar Niaga utama di Pulau Jawa, yang melayani eksport import. Disamping itu juga menjadi Pangkalan Angkatan Laut yang telah dirintis sejak masa Kerajaan Demak.

Sebagai seorang penguasa Jepara, yang gemah ripah loh jinawi karena keberadaan Jepara kala itu sebagai Bandar Niaga yang ramai, Ratu Kalinyamat dikenal mempunyai jiwa patriotisme anti penjajahan. Hal ini dibuktikan dengan pengiriman armada perangnya ke Malaka guna menggempur Portugis pada tahun 1551 dan tahun 1574. Adalah tidak berlebihan jika orang Portugis saat itu menyebut sang Ratu sebagai “RAINHA DE JEPARA”SENORA DE RICA”, yang artinya Raja Jepara seorang wanita yang sangat berkuasa dan kaya raya.

Serangan sang Ratu yang gagah berani ini melibatkan hamper 40 buah kapal yang berisikan lebih kurang 5.000 orang prajurit. Namun serangan ini gagal, ketika prajurit Kalinyamat ini melakukan serangan darat dalam upaya mengepung benteng pertahanan Portugis di Malaka, tentara Portugis dengan persenjataan lengkap berhasil mematahkan kepungan tentara Kalinyamat.

Namun semangat Patriotisme sang Ratu tidak pernah luntur dan gentar menghadapi penjajah bangsa Portugis, yang di abad 16 itu sedang dalam puncak kejayaan dan diakui sebagai bangsa pemberani di Dunia.

Dua puluh empat tahun kemudian atau tepatnya Oktober 1574, sang Ratu Kalinyamat mengirimkan armada militernya yang lebih besar di Malaka. Ekspedisi militer kedua ini melibatkan 300 buah kapal diantaranya 80 buah kapal jung besar berawak 15.000 orang prajurit pilihan. Pengiriman armada militer kedua ini di pimpin oleh panglima terpenting dalam kerajaan yang disebut orang Portugis sebagai “QUILIMO”.

Walaupun akhirnya perang kedua ini yang berlangsung berbulan-bulan tentara Kalinyamat juga tidak berhasil mengusir Portugis dari Malaka, namun telah membuat Portugis takut dan jera berhadapan dengan Raja Jepara ini, terbukti dengan bebasnya Pulau Jawa dari Penjajahan Portugis di abad 16 itu.

Sebagai peninggalan sejarah dari perang besar antara Jepara dan Portugis, sampai sekarang masih terdapat di Malaka komplek kuburan yang di sebut sebagai Makam Tentara Jawa. Selain itu tokoh Ratu Kalinyamat ini juga sangat berjasa dalam membudayakan SENI UKIR yang sekarang ini jadi andalan utama ekonomi Jepara yaitu perpaduan seni ukir Majapahit dengan seni ukir Patih Badarduwung yang berasal dari Negeri Cina.

Menurut catatan sejarah Ratu Kalinyamat wafat pada tahun 1579 dan dimakamkan di desa Mantingan Jepara, di sebelah makam suaminya Pangeran Hadiri. Mengacu pada semua aspek positif yang telah dibuktikan oleh Ratu Kalinyamat sehingga Jepara menjadi negeri yang makmur, kuat dan mashur maka penetapan Hari Jadi Jepara yang mengambil waktu beliau dinobatkan sebagai penguasa Jepara atau yang bertepatan dengan tanggal 10 April 1549 ini telah ditandai dengan Candra Sengkala TRUS KARYA TATANING BUMI atau terus bekerja keras membangun daerah.

my lingzy

LINZY HUTAN

Jamur Lingzy Hutan Jepara

Assalaamu\’alaikum Wr Wb, buat rekan-rekan semua, blog ini hadir hanyalah merupakan sharing pengalaman kami dan rekan-rekan. Jika ada manfaat yang bisa diambil, kami sangat bersyukur dan mohon doa. Jika karena sok tahu kami ada yang dirugikan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga isinya bisa merupakan salah satu referensi. Wassalaamu\’alaikum Wr Wb

Hello world!

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!